Peristiwa

Laka di Jalan Lintas Provinsi Sumut Sering Terjadi, Pemerintah Jangan Tutup Mata

235
×

Laka di Jalan Lintas Provinsi Sumut Sering Terjadi, Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

NIAS SELATAN, LIPUTAN7.ID – Lagi-lagi kecelakaan tunggal terjadi di salah satu ruas jalan rusak yang terletak di desa Nituwuboho, kecamatan Lolowau, kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), pada Sabtu (23/09/2023) kemarin, yakni di jalan lintas Provinsi (Sumut)

Pasalnya seorang pengendara sepeda motor inisial AN mengalami kecelakaan tunggal ketika melintasi ruas jalan yang dipenuhi oleh bebatuan dan kerikil yang berserakan akibat hancurnya aspal sejak beberapa tahun silam. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun pengendara mengalami luka-luka dan sepeda motor yang dikendarai rusak parah.

Seorang pengendara yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, bahwa tidak ada orang yang menginginkan kecelakaan. Sementara Saudara AN dia temukan dalam keadaan pingsan. Kendatipun seperti itu, AN masih bisa selamat dari maut setelah rekan-rekan pengendara lain memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

“Hanya saja, AN masih trauma akibat benturan keras. Beberapa bagian tubuhnya tergores dan luka-luka serta motor yang dikendarai dalam keadaan rusak,” ungkapnya.

Sementara tokoh masyarakat (Tomas) setempat membeberkan, bahwa tidak jarang kecelakaan ringan hingga berat terjadi di sekitar ruas jalan tersebut.
“Telah banyak korban berjatuhan akibat dari pada rusaknya jalan ini, tidak jarang kecelakaan ringan hingga berat yang dialami masyarakat terutama pengendara. Sepanjang jalan lintas provinsi Sumatera Utara yang berada di Nias Selatan ini, terdapat beberapa titik ruas jalan yang rusak berat dan sering memakan korban,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait untuk memperbaiki jalan rusak yang dimaksud. Apalagi, berbagai insiden telah menimpa rakyat terutama pengendara akibat kerusakan jalan.

“Maka dari itu, diharapkan perhatian penuh dari pemerintah setempat melalui PUPR, agar tidak tutup mata dan telinga terhadap kepentingan umum. Sebab rakyat Sumut sudah banyak mengeluh soal ini,” tandasnya.