Daerah

Latifun Katakan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional

661
×

Latifun Katakan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

JEPARA, LIPUTAN7.ID – M. Latifun Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Jepara menyampaikan Selamat atas ditetapkannya Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini Jum’at 10 November 2023.

Penetapan tersebut sesuai pada surat Sekretaris Militer Presiden, Kementerian Sekretariat Negara RI Nomor R-09/KSN/SM/GT 02 00/11/2023 tanggal 3 November 2023. Kata ia terdapat dua orang Pahlawan Nasional yang berasal dari Jepara yakni dr Cipto Mangunkusumo dan pahlawan emansipasi wanita R.A. Kartini.

Latifun politikus partai demokrat menyampaikan, sebagai warga Jepara warisan semangat dari para pahlawan ini wajib kita teladani. Kami ucapkan selamat atas ditetapkannya Ratu Kalinyamat sebagai Pahlwan Nasional.

“Ketokohan Ratu Kalinyamat memimpin jepara (1549-1579) sebagai pemersatu bangsa layak ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” kata Latifun.

Ratu Kalinyamat sosok perempuan tokoh legendaris sangat berjasa untuk daerah Jepara. Perempuan cerdas, berwibawa, bijaksana dan pemnerani dalam memimpin kekuasaan, anti dengan berbagai bentuk kolonialisme yang menindas bangsa.

“Ratu Kalinyamat memiliki peran penting dalam melawan kolonialisme yang ada di Indonesia, perjuangannya sangat perlu untuk di apresiasi,” tambah Latifun.

Ratu Kalinyamat semasa berkuasa memimpin Jepara semakin berkembang sebagai bandar perdagangan dan pelayaran. Ratu Kalinyamat juga memegang peranan penting dalam politik, pemerintahan, ekonomi, dan agama.

Ratu Kalinyamat merupakan putri dari Sultan Trenggono yang merupakan penguasa ketiga Kerajaan Demak setelah Pangeran Sabrang Lor dan Raden Patah.

Ratu Kalinyamat memiliki nama asli Retna Kencana berkuasa sebagai Adipati Jepara yang wilayahnya mencakup Kudus, Pati, Rembang dan Blora.

Ratu Kalinyamat sebagai tokoh wanita yang cerdas, berwibawa, bijaksana, dan pemberani. Kewibawaan dan kebijaksanaannya tercermin dalam peranannya sebagai pusat keluarga Kesultanan Demak.

Ratu Kalinyamat menikah dengan Pangeran Hadiri yang merupakan putra Sultan Ibrahim dari Aceh, yang bergelar Sultan Mughayat Syah. Setelah menikah dengan Ratu Kalinyamat, ia diberi gelar Pangeran Hadiri, yang berarti yang hadir dari Aceh ke Jepara.

Dalam pernikahannya dengan Pangeran Hadiri, Ratu Kalinyamat tidak dikaruniai putra. Namun, Ratu Kalinyamat memiliki beberapa anak asuh salah satunya adalah adiknya sendiri, Pangeran Timur, yang berusia masih sangat muda ketika Sultan Trenggana meninggal.