Daerah

Mahyuzar Jadi Pembina Upacara Hari Bakti Transmigrasi Tingkat Provinsi Aceh

177
×

Mahyuzar Jadi Pembina Upacara Hari Bakti Transmigrasi Tingkat Provinsi Aceh

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA, LIPUTAN7.ID-Penjabat Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar, MSi, didapuk menjadi Pembina Upacara pada gelar Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-73 tingkat Provinsi Aceh, berlangsung di lapangan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) I Gampong Alue Leuhob Kecamatan Cot Girek, Selasa, 12 Desember 2023.

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh Akmil Husen, SE, MSi, Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara Nyak Tiari, SE, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Ahmad Faisal, ST, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Erwandi, SP, MSi, pejabat Forkopimda Aceh Utara, pejabat Muspika Cot Girek, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Penjabat Bupati Aceh Utara Dr Mahyuzar, MSi, pada kesempatan itu dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Prof (HC) Dr (HC) H Abdul Halim Iskandar, MPd. Antara lain menyebutkan bahwa sejarah panjang transmigrasi sejatinya telah ada semenjak masa kolonialisme Belanda.

Ketika pada masa itu pemerintah kolonial untuk pertama kalinya memberangkatkan 155 keluarga transmigran yang berasal dari Kedu Jawa Tengah menuju Gedong Tataan Provinsi Lampung.

Bagi Pemerintah Indonesia, konsep transmigrasi pertama kalinya diperkenalkan oleh Presiden Soekarno melalui sebuah artikel yang diterbitkan Harian Soeloeh Indonesia pada 1927. Karena itulah, program transmigrasi merupakan program khas Indonesia.

Program transmigrasi pertama kalinya dilaksanakan pada 1950, tepatnya pada 12 Desember 1950, ketika Jawatan Transmigrasi memberangkatkan 25 keluarga atau 98 jiwa transmigran menuju Lampung dan Lubuk Linggau.

Oleh karena itulah, sejak saat itu tanggal 12 Desember kita kenal dan selalu kita peringati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi.
Hari ini, tepat tanggal 12 Desember 2023, kita memperingati Hari Bhakti Transmigrasi ke-73. Tahun ini kita mengangkat Tema
“Transmigrasi Satukan Negeri”. Tema ini bukan hanya sekedar slogan belaka tanpa makna dan bukti. Sampai saat ini penyelenggaraan Transmigrasi telah berkontribusi melalui pembangunan 3.606 satuan pemukiman transmigrasi yang berada di 619 kawasan transmigrasi.

Kini telah berkembang menjadi 1.567 Desa Definitif, 466 eks satuan pemukiman transmigrasi berkembang menjadi ibu kota kecamatan, 116 eks satuan per transmigrasi mendukung Ibu kota kabupaten, serta 3 ibu kota Provinsi. Lebih jauh, sampai saat ini sebanyak 2,2 juta KK atau lebih dari 9,2 juta jiwa transmigran telah ditempatkan di Permukiman Transmigrasi dari Sabang hingga Merauke.
Dikatakan, transmigrasi memiliki peran penting dalam dukungan ketahanan pangan, baik di level lokal, regional maupun nasional. Kawasan Transmigrasi dengan dukungan transmigran dan Sumber Daya Manusia penduduk setempat memiliki keunggulan kompetitif berupa tanaman pangan sebagai komoditas unggulan dalam mendukung ketahanan pangan.

Kawasan transmigrasi yang berada di kawasan perdesaan dengan komposisi ruang hijau yang masih luas memiliki peran penting dalam menjaga perubahan iklim global ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Provinsi Aceh Akmil Husen, SE, MSi, secara terpisah mengatakan gelar upacara Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-73 tingkat Provinsi Aceh kali ini digelar di UPT I Gampong Alue Leuhob Kecamatan Cot Girek, karena UPT Alue Leuhob diketahui merupakan salah satu lokasi transmigrasi yang pertama ada di Aceh Utara, yaitu mulai ditempati pada tahun 1976.

“Dari sejak pertama ditempati pada tahun 1976 hingga sekarang lokasi UPT ini terus berkembang, bahkan perkembangannya cukup signifikan sesuai dengan laju pembangunan dan pertumbuhan daerah,” kata Akmil.

Selain pelaksanaan upacara, kegiatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-73 juga dimeriahkan sejumlah atraksi kesenian dan budaya.

Di antaranya penampilan grup drumband dari SMA Negeri 2 Lhoksukon dibawah binaan Tumiarti dan pelatih Arbangi dan Lidya.

Juga penampilan Sanggar Tari Teratai SMP Negeri 4 Cot Girek di bawah binaan Miss Farida dan Miss Cahya, serta tarian Reog dan Kuda Kepang yang membuat decak kagum hadirin dan pengunjung.