Daerah

Mediasi Dugaan Vandalisme Jembatan Locu Lolomoyo Tuai Kesepahaman

275
×

Mediasi Dugaan Vandalisme Jembatan Locu Lolomoyo Tuai Kesepahaman

Sebarkan artikel ini

NISEL, LIPUTAN7.ID – Dugaan Vandalisme terhadap Jembatan Locu di lokasi desa Lolomoyo, kecamatan Lolowau, kabupaten Nias Selatan, Sumut, yang termasuk dalam ruang lingkup pembangunan Long Segment ruas jalan Hilifanikha oleh PT. Multi Pilar Indah Jaya bersama CV. Polo Consultant selaku pengawasan memperoleh kesepahaman setelah digelarnya mediasi oleh sejumlah pihak, Kamis (14/12/2023).

Pasalnya, Kesepahaman yang merupakan kesepakatan dalam berita acara mediasi tersebut, yakni :
1. Besi Jembatan Locu yang dibongkar dikembalikan di lokasi desa Lolomoyo oleh pihak kontraktor sebelum hari perayaan Natal.
2. Pihak kontraktor memberi ucapan terima kasih kepada IPSL sebesar Rp 2 juta.
3. Kerusakan tanaman warga diganti rugi oleh kontraktor sebesar Rp 5 juta.
4. Teknis pengerjaan jembatan (box culvert) merupakan tanggungjawab kontraktor.
5. Warga desa Lolomoyo dilibatkan dalam pengerjaan box culvert maupun item pekerjaan lainnya.

Disela-sela acara mediasi yang dipandu oleh Sekcam Lolowau bersama Kasi PMD, pihak kontraktor mengakui bahwasanya resiko kelalaian dalam kegiatan pembangunan adalah tanggungjawabnya selaku pemegang mandat.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, kami minta maaf atas segala persoalan yang timbul selama ini. Izinkanlah kami untuk melanjutkan kegiatan pembangun untuk membenahi dan memperbaiki kelalaian sebelumnya. Besi yang dibongkar akan dikembalikan segera dengan bantuan alat berat,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kades Lolomoyo Philipus Foarota Giawa menerangkan, bahwa Pemdes dan masyarakat Lolomoyo tidak sedikitpun berniat menghalangi pembangunan. Akan tetapi pembongkaran besi jembatan yang telah dipindah tempatkan merupakan akar dari segala permasalahan.

“Besi jembatan sebaiknya dikembalikan di lokasi desa Lolomoyo dalam waktu singkat supaya kegiatan pembangunan dapat berkelanjutan sesuai rencana,” terangnya.

Kemudian, Kades Talio Antonius Giawa menyatakan, jikalau besi jembatan yang dimaksud berada di lokasi desa Talio, kecamatan Hilisalawa ahe, kabupaten Nias Selatan.

“Besi tersebut telah dititipkan di lokasi desa Talio dan bukan untuk dirusak melainkan untuk disimpan sementara. Jikalau dikembalikan di lokasi semula, saya persilahkan,” ungkapnya.

Pada akhirnya Camat Lolowau Rozama Ndruru menegaskan, bahwa segala poin yang tercantum dalam berita acara bukan merupakan intervensi melainkan atas dasar kesepakatan.

“Solusi terbaik ialah kesepahaman yang tertera dalam berita acara,” tegasnya.