Sorot

Mesti Garis Polisi (Police line) Telah Dipasang, PT Simeans Medica tetap beraktivitas

273
×

Mesti Garis Polisi (Police line) Telah Dipasang, PT Simeans Medica tetap beraktivitas

Sebarkan artikel ini

OGAN ILIR, LIPUTAN7.ID – Police line atau garis Polisi yang dipasang Polres Ogan Ilir ternyata tak menyurutkan PT. Simeans Medica untuk terus beroperasi melakukan aktifitas yang di bakal atau diduga akan dibangun peternakan kera.

Hal ini terlihat dengan adanya aktifitas dilahan mereka yang berlokasi tak jauh dari SMAN 1 Payaraman Ogan Ilir. tampak para pekerja disana tetap beraktifitas bekerja meski Police line tersebut dipasang sedemikian rupa, Minggu (26/11/2023)

Adanya Police line sendiri, berawal dari Demo Masyarakat Payaraman dan juga Ormas Pemuda Pancasila (PP) sehari sebelumnya yang menolak aktifitas PT Simeans Medica, karena mereka menganggap dari awal pihak PT tidak memberikan sosialisasi akan adanya Perusahaan yang akan didirikan diwilayah mereka.

Saat itu Masyarakat dan Ormas PP mendatangi lokasi dan Mencoba menghentikan paksa aktifitas yang ada di lokasi tersebut. Namun dicegah oleh aparat Kepolisian, alhasil aktifitas terhenti dan tak lama kemudian terpasanglah garis Polisi itu, meskipun terlebih dahulu terjadi keributan sengit antar kelompok masyarakat dengan PT itu.

“Namun besoknya yakni hari ini, meski garis Polisi masih terpasang mereka tetap beraktifitas seperti semula,” ujar AN salah satu anggota PP kecamatan Payaraman dibincangi Media ini.

AN menilai, perusahaan tersebut sudah terang terangan menantang Aparat penegak hukum (APH) dengan tidak menghormati garis polisi yang sudah terpasang di gerbang lokasi PT yang saat ini sedang dibangun.

“Kami sangat kesal dengan perusahaan ini, padahal sudah jelas kalau perusahaan itu sedang bermasalah, baik dari tidak adanya sosialisasi ke masyarakat umum, kemudian mengabaikan perasaan masyarakat disini yang cenderung melakukan penolakan berdirinya perusaahan, ini garis Polisi juga diabaikan,” Imbuhnya.

Hal tersebut, kata AN, dapat juga menjadi tindak pidana jika seseorang memasuki area dalam garis polisi tanpa izin Kepolisian, karena hal tersebut dapat diduga sebagai kejahatan apabila dilakukan dengan tujuan tertentu, seperti misalnya menghilangkan barang bukti, sebagaimana diatur dalam Pasal 221 ayat (1) angka 2 KUHP .

Lebih lanjut dia menguraikan, bahwa PT yang akan mendirikan perusahaan diwilayah itu seakan kebal hukum dan Melecehkan APH, dan seakan memprovokasi masyarakat agar terjadi konflik.

“Mereka ngotot dan masih merasa benar, PT macam apa ini berlaku sewenang – wenang, sangat berani mereka mengangkangi hukum tampak tidak takut menerobos garis itu, apalagi dengan masyarakat biasa mereka tambah tidak takut ” tukasnya kesal.

Sementara saat awak media mencoba mengkonfirmasi ke humas PT Simeans Medica via Telepon seluler dengan nomor 0812 xxxx xxxx tidak ada respon.