Hukum

Penyelidikan Tiga Warga Karimunjawa Penolak Tambak Udang Dihentikan Polda Jateng

175
×

Penyelidikan Tiga Warga Karimunjawa Penolak Tambak Udang Dihentikan Polda Jateng

Sebarkan artikel ini

Penyelidikan Tiga Warga Karimunjawa Penolak Tambak Udang Dihentikan Polda Jateng

SEMARANG,LIPUTAN7.ID – Penyelidikan tiga warga Karimunjawa penolak tambak udang yang dilaporkan memakai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE atas tuduhan pencemaran nama baik, dihentikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Minggu (26/5/2024).

Hal itu diungkap oleh Dirkrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dwi Subagio.

“Kami telah menghentikan penyelidikannya karena hasil riksa saksi, ahli, dan alat bukti lain di gelar perkarakan hasilnya bukan merupakan peristiwa pidana,” kata Kombes Pol Dwi Subagio dalam keteranganya, Sabtu (25/5/2024).

Ketiga warga Karimunjawa yang dilaporkan tersebut adalah Hasanuddin, Datang Abdul Rochim, dan Sumarto Rofiun. Ketiganya dilaporkan pada 28 November 2023 lalu menggunakan Pasal 27 Ayat 3 dan/atau Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang pencemaran nama baik atau ujaran kebencian.

Sementara dalam perkara berbeda, Pengadilan Tinggi Semarang mengabulkan permohonan banding Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis penolak tambak udang lepas dari tuntutan hukum melalui putusan No:374/Pid.Sus/2024/PT SMG.

Daniel dilaporkan karena komentar di media sosial Facebook. Sebelumnya, telah divonis tujuh bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jepara.

Putusan Pengadilan Tinggi Semarang itu sekaligus menganulir vonis Pengadilan Negeri Jepara.

“Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jepara Nomor 14/Pid.Sus/2024/PN Jpa tanggal 4 April 2024,” tulis petikan salinan putusan yang ditandatangani Hakim Ketua Suko Priyowidodo.

Hakim dalam putusannya menilai, Daniel sebagai seorang aktivis lingkungan yang membuatnya terbebas dari tuntutan.

“Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum,” lanjut putusan tersebut.

Kemudian, Hakim memerintahkan Daniel dikeluarkan dari tahanan setelah putusan tersebut dibacakan. Telepon seluler milik Daniel yang sebelumnya disita sebagai barang bukti juga dikembalikan.

Daniel dilaporkan menggunakan UU ITE di Polres Jepara pada 8 Februari 2023. Dia dilaporkan memakai pasal 28 ayat 2 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

Daniel ditetapkan tersangka oleh Polres Jepara pada 20 Juni 2023. Kemudian berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan dan ditahan pada 23 Januari 2024.

Pejuang lingkungan hidup seharusnya dilindungi dari segala bentuk kriminalisasi. Mereka yang merusak lingkungan hidup di Karimunjawa yang mestinya diproses hukum“.