Pendidikan

Perkuat Penggunaan Dana BOS, Disdik Sumenep Gelar Sosialisasi Aplikasi Lapor Bos

635
×

Perkuat Penggunaan Dana BOS, Disdik Sumenep Gelar Sosialisasi Aplikasi Lapor Bos

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (KKKS) yang berjumlah 27 dan 26 sekolah pilot project mengikuti giat sosialisasi penggunaan aplikasi “Lapor BOS” yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kedai HK, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Jum’at, (6/10/2023).

“Kegiatan itu dilakukan dalam rangka mendukung proses pelaporan dana BOS berupa pemantauan untuk pengelolaan, penatausahaan, pengumpulan penggunaan dana BOSP di setiap lembaga pendidikan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Agus Dwi Saputra saat dikonfirmasi oleh awakmedia. Jum’at, (06/10/2023).

Lanjut Agus sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan aplikasi sekaligus disinergikan dengan aplikasi lain di Kementerian seperti Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS).

“Kami merencanakan untuk menyempurnakan aplikasi ini bersama Tim Efektif, yang melibatkan unsur eksternal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Dinas Komunikasi dan Informatika, Inspektorat dan BPPKAD,” jelas Kadisdik Sumenep.

Kadisdik Agus Dwi Saputra juga berharap, semoga dengan adanya aplikasi Lapor BOS berefek kepada pemanfaatan Dana BOSP sekolah agar semakin terarah, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah berdasarkan perencanaan berbasis data demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep.

“Yang jelas, aplikasi Lapor BOS ini, selain sebagai bentuk pengendalian penggunaan Dana BOSP, sekaligus sebagai penyimpanan bukti pengeluaran di setiap sekolah dalam bentuk elektronik,” paparnya.

Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi mengungkapkan, aplikasi Lapor BOS guna mendukung proses pelaporan dana BOS, berupa pemantauan dalam pengelolaan dana BOSP, penatausahaan penggunaan dana BOSP, serta pengumpulan bukti pengeluaran yang lengkap dan sah dalam bentuk elektronik.

“Aplikasi itu demi meningkatkan tertib administrasi dan akuntabilitas keuangan, seperti pengendalian penggunaan dana BOSP termasuk menyimpan bukti pengeluaran dana di setiap sekolah,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melangsungkan sosialisasi itu, sebagai tindak lanjut Peratuan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) pada Pemerintah Daerah.