HukumNasional

Pertengahan Tahun 2024 Semester Pertama, Kejari Sumenep Berhasil Setor Puluhan Juta Hasil PNPB ke Kas Negara

634
×

Pertengahan Tahun 2024 Semester Pertama, Kejari Sumenep Berhasil Setor Puluhan Juta Hasil PNPB ke Kas Negara

Sebarkan artikel ini
Ket Gambar : Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumenep, Hanis Ariestya Hermawan, saat dikonfirmasi oleh awakmedia di kantornya.
Ket Gambar : Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumenep, Hanis Ariestya Hermawan, saat dikonfirmasi oleh awakmedia di kantornya.

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada pertengahan tahun 2024 semester pertama menyetorkan ke kas Negara berupa uang dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) dari hasil denda atas pelanggaran lalu lintas dan penyitaan barang bukti (BB) kendaraan bermotor, pada Sabtu, (15/6/2024).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Hanis Ariestya Hermawan, saat dikonfirmasi oleh awakmedia. Jum’at, (14/6/2024).

Kasi Pidum Kejari Sumenep, Hanis menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sudah menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNPB dari hasil denda tilang kendaraan bermotor dan barang bukti kendaraan roda 2 yang sudah ditebus pemiliknya.

“Lebih 20 juta kita sudah setorkan ke Kas Negara sebagai hasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) dari hasil tilang dan perampasan barang bukti kendaraan bermotor,” ujarnya.

Menurut Hanis, untuk barang bukti (BB) kendaraan yang diamankan oleh petugas tersebut dikarenakan tidak memiliki dokumen kendaraan yang lengkap selama masa atau periode tahun 2021-2022 terhitung sebanyak 200 unit lebih dan dititipkan penyimpanan nya di Mapolres Sumenep.

“Karena dulu kan kita (Pidum_red) masih belum punya tempat untuk menampung atau menyimpan barang bukti (BB) kendaraan bermotor, makanya kita masih titip lah dulu di Polres Sumenep,” ungkap Hanis.

Lebih lanjut, Hanis juga menjelaskan, bahwa untuk kedepannya pengelolaan atau penampungan Barang Bukti akan dilakukan langsung oleh bagian BB, namun untuk pengelolaan denda masih tetap berada di bawah bidang Pidum.

“Kalau pengelolaan hasil dendanya masih di bidang Pidum, kecuali untuk Barang Bukti yang disita atau ditahan itu sudah ranahnya bidang BB, karena dulu masih belum ada bidang BB makanya kita di Pidum semua yang mengelola. Nah, mulai tahun 2024 ini BB sudah bisa disimpan di Kejaksaan,” tukas Hanis Ariestya Hermawan.