Sorot

PH Fauzan Adhima Beberkan Kejanggalan pada Tuntutan yang Dibaca JPU Kejari Sampang

189
×

PH Fauzan Adhima Beberkan Kejanggalan pada Tuntutan yang Dibaca JPU Kejari Sampang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, LIPUTAN7.ID – Akhir-akhir ini Kabupaten Sampang digemparkan oleh kasus pencemaran nama baik yang melibatkan Fauzan Adhima atas laporan Sri Rustiana. Sehingga beberapa kali sidang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sampang, guna menguak kasus tersebut.

Adapun sidang perkara nomor 189/Pid.B/2023/PN Spg Selasa (19/12/23) ini, termasuk agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Menurut kabar yang sampai ke Liputan7.id, Harto selaku JPU Kejari Sampang membacakan tuntutan 2 (dua) tahun atas terdakwa Fauzan Adhima dengan pengetrapan pasal 311 ayat (1) KUHPidana: Barangsiapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diizinkan untuk membuktikan tuduhannya itu. Jika ia tidak dapat membuktikan, dan jika tuduhan itu dilakukannya sedang diketahuinya tidak benar, maka dihukum karena memfitnah dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun.

Tuntutan dari JPU ini dianggap menjanggal oleh Agus Andriyanto (PH Fauzan Adhima) dalam jumpa persnya.

Menurut Andriyanto, terdapat beberapa kejanggalan pada tuntutan yang dibaca oleh JPU. Yakni, yang mulanya laporan ke Satreskrim Polres Sampang atas pencemaran nama baik diri Pelapor sebagaimana diatur pada pasal 310 KUHP. Justru kali ini pembacaan tuntutan oleh JPU mengarah pada ketentuan pasal 311 ayat (1) KUHP.

“Justru mengarah pada ketentuan pasal 311 Ayat 1 KUHP, ini kan lucu,” ungkapnya.

Bahkan saat sidang agenda pembuktian baik saksi maupun menghadirkan alat bukti video, kata Andriyanto malah tidak membuktikan sebagaimana diatur pada ketentuan pasal 311 ayat (1).

“Tulisan/capture itu, menjadi unsur penting dan utama pengetrapan pasal 311 (1), hal ini tak terbukti saat sidang pembuktian,” beber Andriyanto.

Kendati demikian, Andriyanto tetap menghargai proses hukum. Sementara untuk sidang mendatang (Rabu, 27/12/23), dia akan mengajukan Pledoi sebagai bentuk pembelaan terhadap tuntutan atau tuduhan JPU, serta hal-hal yang meringankan dan kebenaran atas dirinya.

“Kami akan mengajukan pledoi sebagai bentuk pembelaan di Rabu 27 Desember 2023 mendatang,” paparnya.

Sekedar diketahui, bahwa sebelum sidang dimulai, aparat keamanan dari berbagai Satfungsi Polres Sampang melakukan sweeping dan pembatasan jumlah peserta sidang. Demikian itu, sesuai dengan pertimbangan lokasi dan ruangan kursi PN Sampang. Namun kesekretariatan memfasilitasi 2 (dua) layar di luar sidang.

Terkonfirmasi via Humas PN Sampang Abdul Rahman, bahwa sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ratna Mutia Dinasti, didampingi dua Hakim Anggota lainnya, Elyas Eko dan Agus Eman.