Hukum

Polda Jatim di Pra Peradilankan Terkait Penetapan Tersangka Direktur PT SMIP

592
×

Polda Jatim di Pra Peradilankan Terkait Penetapan Tersangka Direktur PT SMIP

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, LIPUTAN7.ID Penetapan Direktur Direktur PT. Sinar Mega Indah Persada (SMIP) berinisial H. S, asal Kabupaten Sumenep, Madura, sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur, menjadi bola panas. Pasalnya, H. S melalui Kuasa Hukumnya Sulaisi Abdurrazaq, SH, mengajukan pra peradilan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Diketahui, pengajuan Pra-peradilan itu dilakukan, karena penetapan tersangka terhadap H. S, dianggap terlalu ceroboh dan sewenang-wenang.

Sebab menurutnya, Tanah Kas Desa (TKD) sebagai objek tukar guling yang dituding digelapkan oleh kliennya saat ini sedang ditanami jagung dan padi.

“Polda Jatim terlalu ceroboh dan sewenang-wenang. Tidak cermat menyimpulkan perkara itu. Kerugian muncul karena tanah dibilang fiktif. Faktanya ada dan sedang digarap untuk ditanami jagung dan padi di musim hujan tahun ini,” ungkap Sulaisi Abdurrazaq. Sabtu, (16/12/2023).

Lanjut Pengacara yang juga menjabat sebagai Dosen IAIN Madura tersebut menuturkan, bahwa Polda Jatim tidak semestinya memaksakan kehendak karena gengsi atas penetapan tersangka terhadap kliennya itu.

“Polda Jatim tidak boleh terlalu memaksakan kalau perkara tersebut memang tidak masuk korupsi. Tidak perlu bertahan karena gengsi,” tutupnya.

Disisi lain, Kasubdit Tipikor Dirkrimsus Polda Jatim Dr. Edy Herwiyanto, SH, MH, MKn, saat dikonfirmasi oleh awakmedia melalui sambungan telepon selulernya, pihaknya membenarkan mengenai PRA Peradilan yang dilakukan oleh para Tersangka kasus Penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Iya mas, kita di PRA Peradilankan oleh tersangka di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,” singkatnya.

Sementara, H. Mohammad Siddik selaku Pelapor saat dikonfirmasi oleh awakmedia Media mengatakan, bahwa itu adalah hak mereka mau melakukan cara apapun, yang pasti Direktur PT. SMIP sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

“Itu hak tersangka mas, mau melakukan pembelaan apa saja. Yang pasti Polda Jatim sudah menetapkan Direktur PT SMIP inisial H. S dan MR (71) mantan Kepala Desa, serta MH (76) mantan petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep sebagai tersangka dalam kasus penggelapan tanah kas Desa (TKD),” tuturnya.

Menurut Pria yang akrab disapa H. Dikdik itu menegaskan, kalau langkah penyidik Dittipikor Polda Jatim menetapkan ketiga tersangka dalam kasus penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) tersebut sudah benar. Sebab, bukti-bukti sudah lengkap dan memenuhi unsur pidananya.

“Langkah penyidik Polda Jatim itu sudah benar dan tepat, sebab bukti-bukti sudah lengkap serta memenuhi unsur tindak pidana Korupsi yang merugikan Negara sebesar Rp. 114 Milyar,” papar H. Dikdik.

Maka dari itu, H. Dikdik berharap, dengan adanya PRA yang dilakukan oleh para tersangka tersebut, Penyidik Polda Jatim tidak gembos dan mundur dalam menegakkan kebenaran.

“Saya berharap penyidik Polda Jatim tetap tegak lurus dalam menegakkan kebenaran. Dan jika nantinya ada indikasi atau kejanggalan mengenai kasus ini, saya akan melayangkan surat ke Mahkamah Agung (MA) supaya ikut mengawal dan mengawasi kasus Penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) di Sumenep,” tegasnya.

“Yang pasti saya juga akan mengawal kasus ini sampai selesai. Karena ketiga tersangka tersebut sudah merugikan banyak pihak,” pungkas H. Dikdik.