Kasus

Polisi Tangkap Mantan Kades Kasus Korupsi Program Sertifikat Tanah PTSL di Tegal

438
×

Polisi Tangkap Mantan Kades Kasus Korupsi Program Sertifikat Tanah PTSL di Tegal

Sebarkan artikel ini

TEGAL,LIPUTAN7.ID – Polisi mengamankan Siswanto (53) mantan Kepala Desa Kertayasa Kecamatan Kramat Tegal periode jabatan 2013-2019, kasus korupsi program sertifikat tanah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018.

Hal itu diungkap Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun didampingi Kasatreskrim Polres Tegal AKP Suyanto, dan Kasi Humas Polres Tegal Ipda Henry Ade Birawan saat gelar konferensi pers Kamis 23/11/2023 di Gedung SSB Mapolres Tegal. Jum’at (24/11/2023).

Kapolres Tegal menerangkan, kronologi bermula pada 2018 di Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, melaksanakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

“Siswanto kemudian menyalahgunakan kewenangannya sebagai kades dengan menetapkan biaya pendaftaran tanah atau penerbitan sertifikat yang dibagi menjadi dua kategori,” kata Kapolres Tegal.

Kategori pertama, bidang tanah ber Akta atau memiliki bukti segel sebelum 1997 dipungut biaya sebesar Rp.400 ribu perorang.

Kemudian kategori kedua, yakni bidang tanah yang belum memiliki akta, dipungut biaya sebesar Rp.800 ribu per orang.

Sesuai keputusan bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertahanan Nasional, Menteri Dalam Negeri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi nomor: 25/SKB/V/2017, nomor 590-3167A tahun 2017, dan nomor 34 tahun 2017, tentang pembiayaan persiapan PTSL, wilayah Kabupaten Tegal masuk dalam kategori V (wilayah Jawa dan Bali).

Sehingga untuk biaya yang dapat dibebankan kepada peserta program PTSL sebesar Rp.150 ribu.

“Bahkan yang bersangkutan membuat Peraturan Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, nomor 02 tahun 2018 tentang penguatan dana swadaya pendaftaran PTSL di luar biaya yang ditanggung pemerintah,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, secara keseluruhan jumlah PTSL yang didaftarkan sebanyak 1.499 dengan rincian yang sudah diproses sebanyak 1.481, dan yang dikembalikan kepada pemohon sebanyak 18 karena persyaratan belum lengkap.

Sehingga jika ditotal keseluruhan, jumlah kerugian yang diderita warga setempat yang mengurus PTSL pada 2018 yakni sebesar Rp 832.500.000.

Dari jumlah tersebut, nominal yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Tegal sebesar Rp 107.700.000.

“Kami perlu menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam mengurus perizinan ataupun lainnya.

“Silahkan untuk melapor ke kami, ketika ada pungutan di luar biaya yang ditetapkan, sehingga kami bisa menindaklanjuti secara profesional,” tambah Kapolres Tegal.

Ia menegaskan, terkait kasus korupsi PTSL di Desa Kertayasa tahun 2018 tidak akan berhenti pada satu tersangka saja. Melainkan kepada pihak-pihak lainnya, terutama yang menikmati dan menerima uang hasil korupsi, termasuk yang ikut andil membantu pasti akan diproses.

Sementara sejauh ini, sesuai hasil koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal yang bisa ditetapkan tersangka baru satu orang yakni Siswanto, selaku Kepala Desa Kertayasa pada 2018.

Pasal yang diberlakukan yaitu Pasal 12 huruf e UU RI nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan pidana penjara seumur hidup, paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

“Kemudian pidana denda paling sedikit Rp.200 juta dan paling banyak Rp.1 miliar,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Tegal AKP Suyanto menyatakan, uang hasil korupsi digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi dan dibagikan ke perangkat desa, panitia PTSL, dan lain-lain.

“Jadi untuk proses penanganan sejak 2018, sedangkan penahanan baru sekarang ini karena sudah cukup bukti. Tersangka menjabat sebagai Kepala Desa Kertayasa sejak 2013 sampai 2019 akhir,” pungkasnya.

Barang bukti kasus tindak pidana korupsi Program PTSL) :

(1). 1 bendel fotokopi yang sudah terlegalisir Surat Keputusan Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal tentang penetapan lokasi PTSL.

(2) 1 bendel fotokopi yang sudah dilegalisir Surat Keputusan Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal tentang tentang Susunan Panitia Ajudikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap, Satuan Tugas Fisik Dan Satuan Tugas Yuridis Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal Tahun Anggaran 2018 tanggal 2 Januari 2018.

(3) 1 bendel foto copy yang dilegalisir data produk terbit SHM Desa Kertayasa Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal PTSL 2018 dan 2019 yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Tegal.