Sorot

Pemilik Gudang Penampungan BBM Diduga Beralibi ke Polsek Jebus, Sopir Berikan Keterengan Berbeda

360
×

Pemilik Gudang Penampungan BBM Diduga Beralibi ke Polsek Jebus, Sopir Berikan Keterengan Berbeda

Sebarkan artikel ini

BABEL, LIPUTAN7.ID – Tim Wartawan Sempat Mengikuti Rute Mobil yang membawa Bahan Bakar Minyak Dari kediamannya, di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bang Belitung,

Sangat jelas, BBM tersebut di keluarkan dari Tangki Mobil Truk dan mobil lainya, lalu minyak dimasukan kembali ke dalam Drejin berukuran 20 L, dan dinaikan lagi ke mobil yang sudah di persiapkan.

Setelah selesai, mobil yang sudah bermuatan BBM tersebut Berangkat menuju Jalan Parit Empat, team media terus mengikuti untuk mengetahui tempat penampungan BBM Bersubsidi tersebut.

Setelah sampai di gudang Sopir mobil yang memakai baju warna kuning keluar membuka pintu gudang, Team media langsung wawancara terkait BBM yang ada di mobil tersebut.

Sopir mobil yang tidak menyebutkan namanya itu, saat di mintai keterangan dari mana sumber BBM tersebut dia membeberkan, bahwa minyak subsidi didapat dari beberapa yang mengerit di SPBU.

“Ya pak ini minyak subsidi di dapat dari kawan – kawan yang mengerit di SPBU,” terangnya.

Saat disinggung kepemilikan BBM tersebut, dan akan di pergunakan Untuk apa sopir tersebut kembali menjelaskan, bahwa minyak tersebu milik bos AJ, untuk Alat Berat/ Excavator.

“Minyak ini milik bos AJ, untuk Alat Berat/ Excavator, soal nya kalau menggunakan Minyak industri, Bos takut Excavator nya rusak bebernya pada wartawan, pada hari Selasa 21/11/2023 Pukul 16:00 yang lalu,” singkapnya.

Berbeda dengan Penjelasan Kapolsek jebus Kompol Albert H. D. Tampubolon, saat melakukan pengecekan, dia mengaku sudah mengecek ke gudang terkait. Hasilnya, pihak gudang menunjukan nota pembelian minyak solar industri ke pihak Polsek Jebus.

“Sudah saya cek ke gudang yang tersebut, Pihak gudang menunjukan nota pembelian minyak solar industri ” timpal Kapolsek Jebus.

Pernyataan dari narasumber dan hasil pengecekan yang tidak singkron, mendapatkan sinyalir dugaan kuat, yakni ada indikasi mengelabui Kapolsek Jebus untuk menghindari jeratan hukum.

Sekedar diketahui, Team wartawan masih mendapatkan kesulitan untuk menghubungi inisial AJ, untuk mendapatkan hak jawab, guna keberimbangan berita yang akan dikosumsi publik.