Seni dan Budaya

Sedekah Bumi Digelar Bersamaan Penyerahan Santunan BPJS ke Warga Tubanan

114
×

Sedekah Bumi Digelar Bersamaan Penyerahan Santunan BPJS ke Warga Tubanan

Sebarkan artikel ini

JEPARA,LIPUTAN7.ID – Pemerintah Desa Tubanan melaksanakan tradisi Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME karena telah memberikan bumi tempat kita berpijak, dengan keadaan tanah yang subur dan segala rejeki berupa hasil bumi untuk keberlangsungan kebutuhan hidup manusia. Senin (25/6/2024).

Sedekah Bumi Desa Tubanan digelar setiap tahun merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang dilaksanakan di kediaman H Untung Pramono Kepala Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara. Selasa 24 Juni 2024 malam.

Sebelumnya dilakukan Manganan di Punden Denem Tubanan, doa dan makan bersama sebagai wujud syukur, kebersamaan dan kerukunan warga bertujuan mendoakan arwah leluhur desa Tubanan Mbah Ki Agung Alim.

Petinggi Desa Tubanan H Untung Pramono mengatakan, kita harus ingat perjuangan leluhur, nguri-uri melestarikan budaya Jawa, budaya yang ada di desa kita di antaranya yaitu Sedekah Bumi.

“Di samping doa dan syukur kita kepada Tuhan YME, Sedekah Bumi bertujuan untuk menumbuhkan nilai- nilai gotong royong dan persatuan, yaitu menjaga kerukunan antar anggota masyarakat,” kata Petinggi Untung.

Kegiatan tersebut juga digelar bazar UMKM yang diikuti sekira 50 stand pelaku usaha warga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan desa setempat.

Ketua pelaksana Sedekah Bumi Samsul kepada awak media liputan7.id mengatakan, kegiatan ini juga digelar lomba kirab Gunungan.

“Lomba kirab budaya diikuti masing-masing RW Gunungan sebagai simbol kemakmuran desa Tubanan yang mayoritas penduduknya petani,” ujar Samsul.

Ia menambahkan, merupakan budaya gotong royong masyarakat desa Tubanan yang juga harus selalu dipupuk, tanpa gotong royong dan kerja keras masyarakat kegiatan tidak dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga acara Sedekah Bumi dapat terlaksana di tahun-tahun mendatang dengan Kirab Budaya dan Gunungan lebih meriah lagi,” tambahnya.

Pagelaran Tayub diakhiri dengan rengkek-rengkek, Petinggi beserta perangkat berputar mengelilingi panggung, dengan menyebarkan beras kuning pertanda kemakmuran desa Tubanan.

Sebelum pagelaran wayang kulit diisi sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, pemberian santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga meninggal Tri Andreas Murtiko Suci RT 02/RW 01 sebesar Rp 217.000.000 dan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada Ahli waris Rangga Ardianto sebesar Rp 42.000.000.

Pemberian santunan oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga meninggal didampingi Petinggi Desa Tubanan H Untung Pramono.

Pagelaran wayang kulit Ki Dalang Tugino didampingi sejumlah waranggana, suasana pagelaran sangat meriah. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan pagelaran wayang kulit yang menjadi tradisi dalam acara Sedekah Bumi di desa Tubanan.

Tradisi Sedekah Bumi merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus dilestarikan, Kirab Gunungan sebagai wujud rasa syukur, kerukunan, kebersamaan, dan persatuan dalam keberagaman masyarakat desa Tubanan.

Harapannya dengan Sedekah Bumi akan terwujud masyarakat yang selalu bersyukur, desa Tubanan yang Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja.