Pendidikan

Selama Puluhan Tahun SDN 19 Batang Gasan Belum Dapat Penerangan dari PLN

551
×

Selama Puluhan Tahun SDN 19 Batang Gasan Belum Dapat Penerangan dari PLN

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN, LIPUTAN7.ID -Anton wira tanjung camat Batang Gasan kunjungi sekolah SDN 19 Batang Gasan yang lokasinya di Korong Muaro Nagari Gasan Gadang Kecamatan Batang Gasan, yang selama ini belum bisa mengakses penerangan dari PT PLN.

Diketahui, sejak didirikannya SDN 19 Batang Gasan (1983), belum pernah dialiri listrik sehingga aktivitas belajar-mengajar tidak berjalan lancar atau tidak optimal, karna tidak adanya aliran listrik.

Semenjak kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini masyarakat Korong Koto Muaro Nagari Gasan Gadang kecamatan Batang gasan dan sekolah SDN 19 batang gasan belum menikmati arti kemerdekaan,ungkap salah satu warga Korong Koto Muaro.

Di samping itu, salah-seorang guru SDN 19 Batang Gasan mengeluhkan, bahwa pada saat ini kita menggunakan kurikulum merdeka dan K 13 dan pada saat proses belajar tidak terlaksana dan optimal karna salah satunya listrik tak ada

“proses belajar mengajar kita sangat terganggu,apalagi kita menggunakan kurikulum merdeka dan K 13 itu dengan tidak adanya alirin listrik ini sangat terganggu sekali,” ungkap salah-seorang guru SDN 19 yang tidak ingin disebut namanya, ujarnya Senin (13/11/23).

Anton Wira Tanjung, saat dihubungi pewarta Liputan7 berjanji, akan mencoba menemui pihak PLN, guna berkoordinasi, agar pihak PLN mengaliri listrik ke sekolah SDN 19 Batang gasan.

“Kalau g salah kemaren sudah ada pengajuan pihak sekolah ke PLN,sekarang kita akan coba lagi hubungi pihak PLN,dan minta
PLN cabang Pariaman agar bisa mendirikan tiang listrik sebanyak 2 buah lagi karena di lokasi tersebut perlu di aliri listrik,” jelas anton

ALASAN Anton ingin menghubungi pihak PLN, yaitu karena di Korong Koto Muaro Nagari Gasan Gadang kecamatan Batang gasan itu yang sangat membutuhkan. Yakni SD 1 unit, rumah warga 20 KK, dan tempat ibadah 1.

“Ini sangat perlu sekali aliran listrik,dan kita berharap semoga pihak PLN cepat tanggap tentang hal ini,karna Ini bukan sekolah saja tapi terkait hajat hidup orang banyak dan perlu adanya listrik agar bisa menunjang aktivitas kesehariannya,” tutup anton wira T.