Daerah

Sepanjang 2023 Polda Jabar Pecat 20 Anggota 

104
×

Sepanjang 2023 Polda Jabar Pecat 20 Anggota 

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, LIPUTAN7.ID – Sebanyak 20 anggota Polda Jabar dipecat atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena melakukan tindak pidana dan kode etik Polri. Jumlah polisi yang dipecat pada 2023 itu naik 142,86 persen dibanding 2022 yang hanya 7 orang.

Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengatakan, akibat melakukan pelanggaran, sebanyak 17 anggota PTDH pada 2023 yang terdiri atas 16 bintara dan 1 perwira pertama (pama). Jumlah ini naik 142,86 persen atau 10 orang.

“Namun banyak juga anggota yang menerima penghargaan, Bintang Nararya 294 orang, Satya Lencana 8 tahun 1.431, Satya Lencana 16 tahun 4.660, Satya Lencana 24 tahun 748, dan Satya Lencana 32 tahun 262,” kata Kapolda Jabar dalam rilis akhir tahun di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Jumat (29/12/2023).

Jenis pelanggaran yang dilakukan, ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus, pungutan liar (pungli) 24 orang, tidak profesional 216, terlibat penyalahgunaan narkoba 20, dan disersi 49. 

“Selain PTDH, anggota yang melanggar dikenakan sanksi penempatan khusus (patsus) 150 orang, pembebasan jabatan 3, mutasi demosi 24, penundaan hak 121, dan teguran tertulis 152,” ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.

Kapolda Jabar menuturkan, berdasarkan data Biro SDM Polda Jabar total personel Polda Jabar 2023 berjumlah 33.847 orang terdiri dari Polri 29.292, ASN 3.63, dan personel lulusan terbaru 918.

“Bidpropam Polda Jabar mencatat, anggota yang melakukan pelanggaran pada 2023 sebanyak 284 orang. Sedangkan pada 2022 464. Artinya jika dibandingkan 2022, pelanggaran disiplin pada 2023 urun 38,79 persen,” tutur Kapolda didampingi Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Sulfi dan jajaran pejabat utama Polda Jabar.

Irjen Pol Akhmad Wiyagus menyatakan, anggota yang melakukan tindak pidana pada 2023 sebanyak 2 orang. Jumlah ini turun 71,43 dibanding 2022 yang saat itu sebanyak 7 anggota melakukan tindak pidana.Untuk pelanggaran kode etik anggota pada 2023, ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus, sebanyak 82 orang. Sedangkan pada 2022 sebanyak 118 orang. 

“Artinya, jumlah anggota yang melakukan pelanggaran kode etik pada 2023 turun 29,66 persen dibanding 2022,” ujar Irjen Pol Akhmad Wiyagus.