Daerah

Setelah Capres Prabowo Subianto Giliran Ajudan Menhan Ramai Diperbincangkan di Sosial Media, Puspen TNI Angkat Bicara

76952
×

Setelah Capres Prabowo Subianto Giliran Ajudan Menhan Ramai Diperbincangkan di Sosial Media, Puspen TNI Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Setelah Capres Prabowo Subianto Giliran ajudan Menhan ramai diperbincangkan di sosial media, Puspen TNI angkat bicara.  Pasalnya Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai ajudan Menhan itu tertangkap kamera menghadiri debat perdana calon Presiden (Capres) 2024 di KPU pada Selasa (12/12/2023) kemarin.
Setelah Capres Prabowo Subianto Giliran ajudan Menhan ramai diperbincangkan di sosial media, Puspen TNI angkat bicara.  Pasalnya Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai ajudan Menhan itu tertangkap kamera menghadiri debat perdana calon Presiden (Capres) 2024 di KPU pada Selasa (12/12/2023) kemarin.

JAKARTA, LIPUTAN7.ID – Setelah Capres Prabowo Subianto giliran ajudan Menhan ramai diperbincangkan di sosial media, Puspen TNI angkat bicara.  Pasalnya Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai ajudan Menhan itu tertangkap kamera menghadiri debat perdana calon Presiden (Capres) 2024 di KPU pada Selasa (12/12/2023) kemarin.

Publik melihat Perwira Kopassus itu duduk di barisan depan dan mengenakan pakaian serupa dengan relawan Prabowo Subianto yang merupakan Capres nomor urut 2.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono menegaskan bahwa Mayor Teddy tidak mewakili TNI saat menghadiri debat capres. Posisi Teddy, kata Julius, hanyalah ajudan yang melekat kepada Prabowo sebagai Menhan.

Diketahui, Prabowo tidak mundur dari jabatannya sebagai Menhan saat maju sebagai capres, dan berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.

“Dia (Teddy) hanya ajudan yang mengikuti kegiatan Menhan. Tidak mewakili institusi TNI atau kepentingan pribadi (ajudan melekat ikut kegiatan Menhan),” kata Julius kepada wartawan, Senin (18/12/2023).

Julius menjelaskan, Mayor Teddy hanya melekat di setiap kegiatan Prabowo Subianto. Berbeda jika dia merupakan prajurit biasa dan bukan ajudan, lalu dengan sadar mendukung salah satu pasangan calon, kemudian ikut berkampanye.

“Dan akan salah jika yang bersangkutan gunakan seragam militer saat itu,” jelasnya Julius.

Sebelumnya Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto sempat menjadi sorotan publik ketika video mengucapkan kata-kata “ndasmu etik” tersebar luas saat acara konsolidasi Nasional Partai Gerindra di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara pada  Jumat (15/12/2023) kemarin.

Membuat Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara menanggapi video viral pidato calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengucapkan kata-kata “ndasmu etik” di Rakornas Gerindra.

Menurut Dasco, apa yang diucapkan Prabowo itu hanya merupakan candaan biasa saja ketika acara forum internal partai

“Itu video internal yang kemudian biasa kalau di acara internal itu Pak Prabowo memang lepas begitu dan biasa terbuka,” kata Dasco saat ditemui usai acara konsolidasi relawan Posko Pemilih Prabowo-Gibran di SICC, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).

Dasco mengakui bahwa setiap acara forum internal partai, sudah terbiasa terlontar candaan-candaan terbuka.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi video viral pidato calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, mengucapkan kata-kata “ndasmu etik” di Rakornas Gerindra.

Menurut Dasco, apa yang diucapkan Prabowo itu hanya merupakan candaan biasa saja ketika acara forum internal partai

“Itu video internal yang kemudian biasa kalau di acara internal itu Pak Prabowo memang lepas begitu dan biasa terbuka,” kata Dasco saat ditemui usai acara konsolidasi relawan Posko Pemilih Prabowo-Gibran di SICC, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2023).

Dasco mengakui bahwa setiap acara forum internal partai, sudah terbiasa terlontar candaan-candaan terbuka.

Oleh karena itu, Dasco memastikan bahwa kata “ndasmu etik” diucapkan bukan untuk menghina calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan.

“Ya kami biasa kalau internal itu bercanda itu biasa. (ejekan?) Enggak ada. Kita itu biasa bercanda-canda, terbuka, tuh enggak ada jaim-jaim (jaga image) kalau di internal,” ucapnya.

Kaget video menyebar

Dasco bingung dan tak mengerti mengapa rekaman video Prabowo di acara internal itu bisa tersebar dan viral di media sosial. 

Ia menegaskan bahwa video tersebut bukan dari pihak Partai Gerindra dan pihaknya pun tak bisa mengontrol semua orang yang hadir.

“Ya saya juga bingung ya, dan saya rasa itu bukan dari pihak kami. Jadi memang belakangan itu setiap acara itu pasti ada selalu yang kemudian, apa yah, masuk ke dalam dan kita susah mengontrol juga di antara semua para peserta itu,” terangnya.