Hukum

Sidang PRA Peradilan H. Sugianto di PN Surabaya Ditolak, Kades Paberasan dan Pelapor Berikan Apresiasi ke Hakim

442
×

Sidang PRA Peradilan H. Sugianto di PN Surabaya Ditolak, Kades Paberasan dan Pelapor Berikan Apresiasi ke Hakim

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Sidang PRA Peradilan kasus penggelapan tukar guling TKD Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diajukan oleh Pemohon/Tersangka H. Sugianto di Pengadilan Negeri Surabaya, yangmana sidang telah dijadwalkan 7 hari sejak Rabu, (27/12/2023), dan masuk sidang pembacaan putusan pada hari ke 7 pada Jum’at, (5/01/2024), Hakim memutuskan Peradilan yang diajukan pemohon “Ditolak”.

Maka dari itu, dengan Ditolaknya PRA Peradilan yang diajukan oleh tersangka H. Sugianto, Pelapor H. Mohammad Siddik menyambut baik dan sangat mengapresiasi putusan Hakim tersebut, dan menganggap putusan tersebut sangat tepat dan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, khususnya masyarakat Sumenep.

“Saya mengapresiasi keputusan Hakim pada sidang PRA Peradilan yang di ajukan oleh tersangka H. Sugianto,” ungkapnya.

Lanjut, Pria yang akrab disapa H. Dikdik tersebut menambahkan, bahwa setelah Hakim menolak PRA Peradilan itu, maka Penyidik Tipikor Dirkrimsus Polda Jatim harus mengusut tuntas kasus penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) ini.

“Kami meminta kedepannya penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim agar mengusut tuntas kasus penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) di Sumenep. Dan diharapkan supaya periksa pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut,” tegas H. Dikdik.

“Segera Periksa dan tahan para tersangka, serta Tiga Kepala Desa yang terlibat juga harus segera diproses secara hukum,” tukasnya.

Disisi lain, dikutip dari Media CMN.com, Kepala Desa Paberasan Rahman Saleh yang sempat viral membela warganya yang terlibat langsung dalam persoalan kasus tukar guling Tanah Kas Desa, ketika ditemui di kantornya menyampaikan pada Media Beritaviral.co.id.

“Putusan Hakim Pengadilan Surabaya itu sudah sangat tepat, saya selaku Kepala Pemerintahan Desa Paberasan mewakili masyarakat terutama yang terkena dampak masalah tukar guling menyampaikan Rasa Hormat dan Apresiasi kepada Hakim yang menangani Peradilan yang diajukan H Sugianto,” tuturnya.

Kades Berperawakan Sakera tersebut menambahkan, bahwa benar tidaknya masalah tukar guling TKD ini pihaknya tahu. Sebab, Pemdes Paberasan terlibat langsung dalam permasalahan ini, tapi biarlah penyidik Polda yang lebih tahu, karena seluruh alat bukti sudah disampaikan ke Penyidik.

“Makanya orang luar atau anak baru kemaren jangan sok tahu masalah ini, masalah tukar guling ini masalah internal pemerintahan di Kabupaten Sumenep, kalau memang benar prosesnya bisa selesai di meja Bupati, gak perlu menyuruh orang luar menguasai dan menggarap lahan yang justru berdampak buruk jika terjadi suatu hal yang tidak kita inginkan,” papar Saleh sapaan akrab Kades Paberasan.

“Dan selama saya memimpin atau masih dipercaya oleh masyarakat Paberasan apapun saya lakukan demi membela rakyat saya, dan selama rakyat saya dipihak yang benar saya akan berdiri paling depan, jangan coba coba mengotak atik rakyat saya,” tegasnya menambahkan.

Ditempat lain, Mantan Kepala Desa Poje H Abd. Aziz ketika ditemui di kediamannya menyampaikan kepada Media Beritaviral, bahwa pihaknya juga mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada Hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang menangani sidang Peradilan yang diajukan H. Sugianto, putusan tersebut sudah tepat, suatu putusan yang menurut saya amanah memihak pada kebenaran.

“Persoalan tukar guling yang melibatkan Desa Poje ini suatu perbuatan yang saya nilai sangat berani, karena benar tidaknya saya sangat tahu, dan semua alat bukti sudah saya serahkan ke penyidik, biarlah penyidik yg bekerja,” katanya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi terhadap penyidik Polda Jatim yang menangani kasus ini, karena persoalan tanah ini tidak mudah, dengan gigihnya selama bertahun tahun menangani kasus ini tanpa putus asa,” tandas H. Aziz.