Daerah

Status Gunung Slamet Naik Level II, Apel Siaga Digelar Bupati Banyumas

384
×

Status Gunung Slamet Naik Level II, Apel Siaga Digelar Bupati Banyumas

Sebarkan artikel ini

BANYUMAS, LIPUTAN7.ID Pejabat Bupati Banyumas gelar apel kesiapsiagaan bencana dampak peningkatan aktivitas status level II gunung terbesar dengan ketinggian 3.432 mdpl yang membuat ketar ketir di wilayah Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Sabtu, (21/10/2023).

Status Gunung Slamet atap Jawa Tengah (Jateng) yang berstatus Level II hari ini Sabtu, 21 Oktober 2023 masih dalam status Level II atau Waspada yang mengharuskan masyarakat menjauhi puncak gunung dalam radius 2 kilometer.

Peningkatan status ini ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak 19 Oktober 2023 pukul 08.00 WIB dimana dalam radius 2 kilometer tersebut masuk dalam kawasan rawan bencana.

Menurut press release PVMBG, pada status Waspada, kawasan rawan bencana gunung yang dijuluki atapnya Jawa Tengah ini terbagi menjadi tiga yaitu I, II dan III.

Kawasan Rawan Bencana I berada dalam radius 8 kilometer dari puncak dimana berpotensi tertanda aliran lahar dingin.

Kawasan Rawan Bencana II berada dalam 4 kilometer dari puncak dimana berpotensi tertanda aliran awan panas, lava dan lahar hujan.

Kawasan Rawan Bencana III berada dalam 2 kilometer dari puncak dimana selalu terancam aliran awan panas, lava dan gas beracun.

Namun Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Budi Nugroho mengatakan, meski G. Slamet dalam status Waspada, kawasan wisata Baturraden aman dikunjungi.

Pejabat Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro menggelar apel kesiapsiagaan bencana, antisipasi memasuki musim hujan yang diperkirakan jatuh pada minggu ketiga bulan Oktober 2023.

Kegiatan apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana menjelang musim penghujan ini berlangsung di halaman Makodim 0701/Banyumas pada Jumat sore 20 Oktober 2023.

Hanung Cahyo menjelaskan bahwa musim penghujan di Kabupaten Banyumas dimulai pada sekitar dasarian III bulan Oktober dengan prakiraan puncak musim hujan antara bulan Desember 2023 sampai dengan bulan Februari 2024.

“Hal ini merupakan periode yang memerlukan kesiapsiagaan extra dalam menghadapi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan lainya,” jelas Hanung dalam keterangan tertulis Pemkab Banyumas.

Datangnya musim hujan ini membutuhkan kesiapsiagaan di wilayah Banyumas karena ada potensi bencana seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Terkait dengan aktivitas Gunung Slamet yang meningkat, pihak PVMBG menghimbau kepada masyarakat untuk tidak berada dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Slamet.