Daerah

Temukan Benang Merah, Pemdes Patapan Sukses Gelar Kegiatan Urun Rembuk RDKK 2024

173
×

Temukan Benang Merah, Pemdes Patapan Sukses Gelar Kegiatan Urun Rembuk RDKK 2024

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, LIPUTAN7.ID – Desa Patapan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim) sukses gelar kegiatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK) 2024.

Alasan Desa Patapan mengadakan kegiatan itu, lantaran sebelumnya ada salah-satu petani yang datang ke Balai Desa Patapan mengajukan fotocopy KK dan KTP, dengan alasan ingin mendaftar untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sementara dalam kegiatan itu, dihadiri langsung oleh Camat Torjun, pihak BPP, perwakilan dari Polsek dan Koramil torjun, Ketua dan anggota Kelompok Tani (Poktan) se Patapan, dan lain-lain.

Terkait kegiatan tersebut, Pj Kepala Desa (Kades) Patapan H Junaiman mengatakan, bahwa tujuan diadakan kegiatan tersebut untuk menemukan benang merah atau permasalahan yang akhir-akhir ini hangat di masyarakat. Permasalahan itu, terkait pupuk bersubsidi.

Selain itu, kat H Junaiman, juga untuk memberikan pengertian kepada Poktan dan petani terkait RDKK, yang meliputi pendataan petani agar mendapat pupuk bersubsidi.

“Alhamdulillah, melalui kegiatan ini para Poktan dan petani semakin mengerti terkait RDKK,” ujarnya.

Disinggung dasaran mengadakan kegiatan itu, H Junaiman menjawab, lantaran sebelumnya ada salah-satu petani setempat datang ke Balai Desa Patapan mengajukan fotocopy KK dan KTP, dengan alasan ingin mendaftar untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Padahal urusan pupuk dan petani ini, termasuk ranah Poktan di masing-masing dusun.

“Sehingga, kami (Pemdes Patapan) mengadakan kegiatan ini, agar Poktan dan petani faham terkait pendaftaran untuk mendapat pupuk,”

“Semoga kedepannya, Poktan bisa merasakan atau mendapatkan pupuk bersubsidi ini,” ungkapnya.

Disambung Camat Torjun Chairil, dia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pemdes Patapan. Dengan begini, hal-hal yang menyangkut petani dan pupuk bisa ditarik benang merahnya.

“Semoga desa-desa lain bisa meniru Desa Patapan. Yaitu bisa mewadahi para petani agar mendapat pupuk bersubsidi,” paparnya.