Kesehatan

Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat, Dinkes P2KB Sumenep Luncurkan 29 Unit Mobil Puskesmas Keliling

525
×

Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat, Dinkes P2KB Sumenep Luncurkan 29 Unit Mobil Puskesmas Keliling

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, LIPUTAN7.ID – Dalam melakukan peningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meluncurkan mobil Puskesmas Keliling. Rabu, (24/4/2024).

Untuk diketahui, Dinkes P2KB Sumenep luncurkan mobil Puskesmas Keliling sebanyak 29 unit kecuali Puskesmas Sapeken, dengan tujuan untuk mengakses pelayanan rujukan dan promosi kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan P2KB, drg. Ellya Fardasah, M.Kes.

“29 unit mobil puskesmas keliling yang ada saat ini bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan di Desa-desa yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, kecuali Puskesmas Sapeken,” ungkapnya.

Kadinkes drg. Ellya Fardasah juga menjelaskan, bahwa mobil puskesmas keliling ini bukan untuk Ambulance, tetapi digunakan untuk kegiatan-kegiatan pelayanan masyarakat seperti mendatangi ke daerah-daerah yang agak susah terjangkau aksesnya ke puskesmas yang statis, serta kegiatan posyandu dan lainnya.

“Walau secara fungsi bukan Ambulance, tapi kalau diperlukan untuk atau dalam keadaan darurat oleh masyarakat, misal untuk mengantar warga yang ingin melahirkan dan orang yang sakit, atau keadaan darurat, mobil Puskesmas Keliling tersebut bisa digunakan,” jelas drg. Ellya.

Kadinkes Sumenep drg. Ellya Fardasah, M. Kes, berharap, semoga dengan adanya fasilitas mobil puskesmas keliling ini bisa benar-benar difungsikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Diharapkan dengan diluncurkannya mobil Puskesmas Keliling ini, kedepannya bisa memberikan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat di wilayah masing-masing puskesmas yang menerima,” harapnya.

“Selain itu, semoga akses pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik dan lebih maksimal lagi,” pungkas drg. Ellya Fardasah.