Peristiwa

Wanita Diduga Korban Pembunuhan, Sebelumnya Dilaporkan Menghilang Saat Malam Takbiran

566
×

Wanita Diduga Korban Pembunuhan, Sebelumnya Dilaporkan Menghilang Saat Malam Takbiran

Sebarkan artikel ini

SUKOHARJO, LIPUTAN7.ID – Seorang wanita muda dilaporkan hilang sejak Selasa 9 April 2024 atau saat malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 H. Diduga Ia menjadi korban pembunuhan, jasad korban ditemukan warga di sebuah parit di Desa Jatisobo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. Jum’at (19/4/2024).

Wanita malang itu bernama Serlina (22) merupakan warga Dlangin Lor, Desa Lemahabang Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Posisi jasad korban saat ditemukan dalam keadaan terlentang dengan wajah korban tertutup plastik hitam diduga tewas 5 hari sebelumnya, dan telah membusuk pada Minggu 14 April 2024.

Korban yang bekerja di sebuah toko di Sukoharjo saat itu mengenakan batik dan jaket rajut berwarna abu-abu. Diketahui sejumlah barang milik korban juga hilang seperti sepeda motor, ponsel, dan dompet.

Hal itu disampaikan Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit, didampingi oleh Komandan Kodim atau Dandim 0726/ Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Sukoharjo Jawa Tengah. Kamis (18/4/2024) siang.

Kapolres mengungkapkan kronologi kasus dugaan pembunuhan Serlina bermula dari laporan warga di Polokarto tentang penemuan jasad korban di tempat kejadian perkara (TKP) tersebut.

“Laporan itu langsung kami tindaklanjuti, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk diotopsi, dan dari kami segera mengumpulkan tim baik Polsek hingga Polda Jawa Tengah, melaksanakan gelar kecil cepat dan bagi tugas untuk pengungkapan kasus,” kata Sigit.

Polisi telah memeriksa dan menginterogasi sebanyak 15 orang yang terdiri atas teman-teman, keluarga korban, warga sekitar, hingga bos pemilik toko tempat korban bekerja.

Hasil dari autopsi yang dilakukan pihak RSUD Dr Moewardi, didapati ada trauma pada dagu, dan luka memar. Selain itu juga ditemukan ada bekas trauma pada pundak sebelah kanan dan luka memar. Lalu trauma pada leher depan dan belakang serta terdapat jeratan.

“Kemudian ditemukan luka memar pada pipi kanan dan pipi kiri. Bahkan saat ditemukan, kondisi korban sedang datang bulan. Dimungkinkan korban meninggal dulu lalu dijerat, itu informasi dari dokter forensik,” ungkap Sigit.

Dari hasil pemeriksaan tim forensik tersebut, ujar dia, korban diketahui meninggal lantaran kehabisan napas.

“Kemungkinan meninggal dibekap atau dicekik, hingga kehabisan nafas,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari 15 orang yang telah diperiksa polisi, dia mengatakan sudah mengantongi identitas tersangka tersebut dan saat ini dalam pengejaran.

Sigit mengatakan untuk sementara ini diduga korban dibunuh karena motif pencurian.

“Dari keterangan 15 saksi yang sudah kami periksa dan interogasi, ada barang milik korban yang hilang, dikuatkan bahwa korban setelah menerima uang THR atau gaji Rp 5 juta dan korban juga punya sepeda motor Honda Beat warna hitam 2018,” pungkasnya.

Sigit menyatakan pihaknya hingga kini masih terus mendalami kasus itu untuk mengungkap dan menangkap tersangka pembunuh korban.