Daerah

Wartawan di Tangerang Jadi Korban Kekerasan Sudah Lapor Ke Polisi

265
×

Wartawan di Tangerang Jadi Korban Kekerasan Sudah Lapor Ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Wartawan di Tangerang Jadi Korban Kekerasan Sudah Lapor Ke Polisi.
Wartawan di Tangerang Jadi Korban Kekerasan Sudah Lapor Ke Polisi.

TANGERANG, LIPUTAN7.ID – Wartawan di Tangerang kembali menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik. Kali ini seorang jurnalis media online di Balaraja Kabupaten Tangerang menjadi sasaran amukan pekerja proyek siluman.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/12/2023) malam di Kampung Cipaeh Gebang RT 11/ RW 04 Desa Kandawati Kecamatan Gunung kaler Kabupaten Tangerang. Saat tim awak media berinisial LN, DG, dan IR melakukan investigasi terkait adanya dugaan proyek siluman di lokasi tersebut.

Didapati sejumlah kejanggalan pada proyek tersebut, antara lain proyek tidak dipasangi papan informasi, tidak didampingi oleh konsultan konstruksi, dilakukan tanpa adanya penerangan lampu yang maksimal, dan tidak didampingi oleh pelaksana lapangan maupun petugas dinas terkait.

Terdapat indikasi dugaan mengurangi volume ketebalan betonisasi dan awak media mencoba melakukan pengukuran. Saat tim awak media berinisial LN, DG, dan IR sedang melakukan pengukuran, salah satu pekerja di lapangan tiba-tiba melempar besi ulir ukuran 19 ke arahnya. Besi tersebut mengenai tangan kanan salah satu awak media.

Tidak sampai disitu, pekerja tersebut juga menarik baju dan memarahi awak media tersebut.

“Ngapain kamu ngukur-ngujur,” kata pekerja tersebut.

Peristiwa ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Anggota LSM Seroja Rohim yang juga turut menyaksikan kejadian tersebut, mengatakan bahwa kekerasan terhadap awak media merupakan bentuk pelanggaran terhadap kemerdekaan pers.

“Aksi kekerasan ini jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap kemerdekaan pers. Awak media memiliki hak untuk melakukan investigasi terhadap dugaan kasus korupsi atau pelanggaran hukum lainnya,” kata Rohim.

Rohim mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku kekerasan. Ia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan kepada awak media dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku kekerasan. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan kepada awak media dalam menjalankan tugas jurnalistik,”pungkas nya.

Peristiwa ini juga menjadi bukti bahwa masih banyak pihak yang tidak ingin adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Awak media harus terus berjuang untuk membela hak-hak publik, termasuk hak untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan.

Sementara itu ketua TTKKDH DPAC Balaraja yang juga hadir di lokasi kejadian, kang Allen mengecam keras tindakan arogan yang di lakukan oleh pekerja proyek tersebut.

“Kok tega-teganya sih orang yang bekerja di proyek siluman itu melempar awak media. Apa mereka takut kalau kejahatan mereka terungkap,” ucap kang Allen.

“Ini bukti bahwa masih banyak pihak yang tidak ingin adanya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Awak media harus terus berjuang untuk membela hak-hak publik,” tutup nya mengakhiri.